Neuroscience Center merupakan salah satu fasilitas unggulan Awal Bros Tangerang. Dengan spesialisasi menangani pasien stroke, tenaga medis Awal Bros Tangerang dilatih untuk memberikan pertolongan dengan cepat dan akurat.

Salah satu spesialisasi pekerja medis kami adalah menangani pasien stroke. Stroke adalah jenis kerusakan pada bagian otak yang ditandai dengan hilangnya fungsi anggota tubuh tertentu secara tiba-tiba, karena tiba-tiba kehilangan aliran darah. Stroke adalah penyebab utama ketiga kematian dan penyebab nomor satu kecacatan di seluruh dunia.

Bagaimana Gejala Stroke ?

Tiap stroke mempunyai perbedaan tergantung penyebab, letak kelainan dan luas daerah yang terkena.

  • Kelemahan otot atau paralysis (wajah, lengan, tungkai sesisi)
  • Kehilangan rasa raba atau baal (wajah, lengan, tungkai sesisi)
  • Kesulitan berbicara (bicara pelo, tidak mengerti bahasa, tidak bisa mengeluarkan kata)
  • Gangguan penglihatan
  • Pandangan ganda atau berbayang
  • Hilangnya fungsi keseimbangan
  • Rasa berputar, rasa melayang, yang disertai gejala diatas
  • Nyeri kepala hebat yang baru pertama kali dirasakan
  • Muntah menyertai gejala diatas
  • Penurunan kesadaran

Apa Penyebabnya ?

Bila terjadi penyumbatan pembuluh darah sehingga gangguan suplai darah kebagian otak tersebut dalam beberapa jam maka akan terjadi kematian sel-sel otak dan hilangnya fungsi otak tersebut. Hal ini disebut dengan Stroke Iskemik.

Pada kejadian lain, pembuluh darah ateri pecah dan darah keluar ke jaringan otak atau permukaan otak. Darah tersebut mengakibatkan memar pada sel-sel otak. Hal ini disebut dengan Stroke Hemoragik (Stroke Perdarahan).

Faktor risiko stroke :

  • Riwayat Stroke dalam keluarga
  •   Riwayat Stroke sebelumnya
  • Usia Tua
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Diabetes
  • Gangguan lemak darah (dislipidemia)
  • Gangguan irama jantung
  • Riwayat penyakit jantung/serangan jantung
  • Merokok
  • Obesitas
  • Kurang aktivitas
  • Faktor risiko lainnya

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan pada penderita stroke :

  • CT Scan atau MRI
  • Pemeriksaan Laboratorium darah : mencari penyebab seperti penyakit gula (diabetus mellitus), kolesterol tinggi
  • Foto rontgen dada, Elektrocardiogram (EKG): untuk mengetahui penyakit jantung atau paru-paru
  • Pemeriksaan Ultrasonografi pembuluh darah leher dan dalam kepala (carotid ultrasound, transcranial Doppler – TCD), dan jantung (ekhokardiografi): untuk mendeteksi kondisi yang menyebabkan stroke
  • Angiogram : pemeriksaan radiology untuk mengetahui kelainan pembuluh darah otak

Selama perawatan di rumah sakit, kondisi pasien akan dimonitor secara ketat. Sekitar 20% penderita akan mengalami perburukan dalam minggu pertama serangan. Tekanan darah yang sangat tinggi, gula darah dan kolesterol yang meningkat harus diturunkan dengan menggunakan obat-obatan atau pengatur nutrisi.

Rehabilitasi bertujuan agar pasien mandiri melakukan aktivitas sehari-harinya. Rehabilitasi dimulai sesegera mungkin melalui terapi fisik (fisioterapi), terapi okulasi dan terapi wicara (speech theraphy). Lama dan jenis rehabilitasi sangat tergantung pada kebutuhan, harapan, dan respon yang didapat selama rehabilitasi.

Pada penderita “stroke iskemik” diberikan obat pengencer darah (antiplatelet atau antikoagulan) untuk menurunkan risiko stroke berikutnya. Bila terjadi penyempitan pembuluh darah di leher yang mengakibatkan stroke, maka mungkin dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkannya.

Pada stroke perdarahan akibat kelainan pembuluh darah otak (malformasi arteri-vena – AVM atau bentuk pembuluh darah seperti balon-aneurisma) maka perlu dilakukan tindakan pembedahan atau memasukan koil. Kadang-kadang dilakukan tindakan pembedahan pada kasus pembengkakan otak hebat.

Seberapa Besar Kemungkinan Perbaikan setelah Stroke ?

Di antara penderita stroke yang hidup, sekitar setengahnya akan pulih dengan baik, namun setengah yang lainnya akan mengalami gangguan yang menetap dan mengalami kecacatan. Perbaikan membutuhkan waktu, perbaikan optimal terjadi dalam 3 bulan pertama, kemudian perbaikan melandai antara 3 – 6 bulan setelah stroke, namun masih dapat terjadi perbaikan dalam 1 – 2 tahun setelah stroke. Perbaikan ini tergantung pada lokasi dan jenis stroke, kelainan yang diakibatkan, status kesehatan penderita sendiri dan motivasinya.

Bagaimana Pencegahannya?

Pemeriksaan rutin ke dokter membantu mendeteksi secara dini dan mengobati faktor risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, penyakit gula, lemak darah meningkat, dan penyakit jantung. Perubahan gaya hidup juga penting untuk menghindari stroke, seperti olahraga teratur, menjaga pola makan, dan berhenti merokok. Obat-obatan harus tetap diminum secara teratur kecuali diperintahkan dokter.